Minggu, 28 Oktober 2012

Tugas 2 KSI Lanjut

0


Analisis Sistem di Pondok Modern Darussalam Gontor (Ponorogo)

I.  Gambaran Sistem

Supersistem    : Pondok Modern Darussalam Gontor
Subsistem       : Badan Wakaf
Subsubsistem  : 1. Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
Triplesubsistem : 1. Lembaga perguruan menengah Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah (KMI)
                                 2. Lembaga perguruan tinggi Institut Studi Islam Darussalam (ISID)
                                 3. Lembaga Pengasuhan Santri 
                                 4. Yayasan Pemeliharaan dan Perluasan Wakaf Pondok Modern (YPPWPM)
                                 5. Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM).

Penjelasan :
Lembaga tertinggi dalam organisasi Balai Pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor ialah Badan Wakaf. Badan Wakaf adalah semacam badan legislatif yang beranggotakan 15 orang, bertanggungjawab atas segala pelaksanaan dan perkembangan pendidikan dan pengajaran di Pondok Modern. Untuk tugas dan kewajiban keseharian amanat ini dijalankan oleh Pimpinan Pondok.

      II. Integrasi Antar Sistem

1. Tugas dan Pemilihan Pimpinan Pondok
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan semacam badan eksekutif (setelah wafatnya para pendiri Pondok) yang dipilih oleh Badan Wakaf setiap 5 tahun sekali. Dengan demikian Pimpinan Pondok adalah mandataris Badan Wakaf yang mendapatkan amanah untuk menjalankan keputusan-keputusan Badan Wakaf dan bertanggungjawab kepada Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor. 

2. Pimpinan Pondok dengan subsistemnya
Pondok Modern Darussalam Gontor, di samping memimpin lembaga-lembaga dan bagian-bagian di Balai Pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor, juga berkewajiban mengasuh para santri sesuai dengan sunnah Balai Pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor. Adapun lembaga-lembaga dan atau bagian-bagian yang dibawahi Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor adalah sebagai berikut:
1. Lembaga perguruan menengah Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah (KMI)
2. Lembaga perguruan tinggi Institut Studi Islam Darussalam (ISID).
3. Lembaga Pengasuhan Santri yang mengurusi bidang pengasuhan santri.
3. Pengasuhan Santri dan subsistemnya
Lembaga Pengasuhan Santri yang mengurusi bidang pengasuhan santri khususnya bidang ekstra kurikuler. Lembaga ini membawahi tiga organisasi santri:
a. Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM)
b. Koordinator Gugusdepan Pondok Modern Darussalam Gontor
c. Dewan Mahasiswa (DEMA)

4. YPPWPM dengan Pondok
Lembaga yang bergerak dalam bidang penggalian dana, pemeliharaan, perluasan, dan pengembangan aset-aset Pondok yang disebut Yayasan Pemeliharaan dan Perluasan Wakaf Pondok Modern (YPPWPM).

5. IKPM dengan Pondok
Lembaga wadah pemersatu para alumni Gontor yang disebut Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM).

       III. Arsitektur Sistem



     IV. Kelebihan dan Kelemahan
Kelebihan supersistem ini adalah mempunyai database yang terintegrasi dengan subsistem-subsistem. Subsistem-subsistem tersebut saling bekerja sama untuk mencapai satu tujuan yaitu membantu pengelolaan antara subsistem dan subsubsistem sehingga dinamisasi tercipta demi kemajuan Pondok dan terbentuklah generasi penerus bangsa yang memiliki skill dan mental yang kuat.
Kekurangan supersistem ini adalah masih ditemukan subsistem-subsistem yang kurang bekerja sama satu sama lainnya dan ada subsistem yang sama sekali tidak berhubungan dengan subsistem yang lain.





Tugas 1 KSI Lanjut

0


Sistem Informasi Akuntansi (SIA)

1. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Pada dasarnya informasi merupakan data yang telah diolah sedemikian rupa, sehingga dapat dijadikan dasar bagi pengambilan keputusan. Informasi memegang peran yang sangat penting dalam suatu perusahaan untuk mengetahui kegiatan apa yang telah terjadi dengan perusahaannya, melakukan evaluasi apakah kegiatan yang dilakukan telah sesuai dengan apa yang telah direncanakan dan menjamin agar data tersebut dapat diolah secara efisien menjadi informasi yang akurat, dapat dipercaya dan tepat waktu maka dalam pengolahan data tersebut diperlukan suatu alat yang dinamakan sistem informasi.

Ada beberapa perbedaan sistem informasi yang diterapkan perusahaan. Salah satu sistem informasi yang sangat diperlukan bagi manajemen untuk mengolah data administrasi dan keuangan adalah sistem informasi akuntansi. Perbedaan tersebut sebenarnya hanya terletak pada penekanannya saja, namun pada dasarnya tetap mengandung pengertian yang sama.
Davis, dan kawan-kawan, mengatakan bahwa Accoun-ting information system encompass the process and procedures by which an organization’s financial information is received, registered, recorded, handled, processed, stored, and ultimately disfosed of.
Penjelasan di atas menekankan pada proses dan prosedur pengelolaan atas informasi keuangan organisasi mulai dari penerimaan sampai dengan informasi tersebut tidak berguna lagi bagi organisasi.

Sedangkan Robert G. Murdick menyatakan bahwa The accounting information system can be defined as the set of activities of the organization responsible for preparation of financial information and the information obtained from transaction data for the purpose of :(1)internal reporting to managers for use in planning and controlling current and future operations, and (2) external reporting to stockholders, government and other outside parties.
Pengertian di atas jelas mengenai sistem informasi akuntansi dan dapat diambil kesimpulan bahwa sistem informasi akuntansi mencakup proses dan prosedur pengelolaan informasi keuangan organisasi dengan tujuan untuk pelaporan kepada pihak intern maupun ekstern perusahaan.

2. Tujuan Sistem Informasi Akuntansi


Tujuan penyusunan sistem informasi akuntansi adalah sama dengan tujuan penyusunan sistem akuntansi antara lain :
  • Untuk menyediakan informasi bagi pengelola kegiatan usaha baru.
  • Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, Ketepatan penyajian maupun struktur informasi.
  • Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi & pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (realibility) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggung jawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
  • Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyeleng-garaan catatan akuntansi.
Tujuan di atas dapat dijelaskan bahwa biasanya perusahaan baru memulai usahanya sangat memerlukan penyusunan sistem informasi akuntansi yang lengkap. Namun, adakalanya sistem informasi akuntansi yang sudah ada tidak dapat memenuhi kebutuhan manajemen, baik dalam hal mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasi yang terdapat dalam laporan. Dengan memperbaiki pengawasan akuntansi dan pengendalian intern, maka pertanggungjawaban terhadap penggunaan kekayaan organisasi dapat dilaksanakan dengan baik serta informasi yang dihasilkan oleh sistem tersebut dapat digunakan dengan sebaik mungkin.

3. Subsistem SIA (sistem informasi akuntansi)

Subsistem sistem informasi akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :

1. Sistem Pengeluaran (expenditure system)

Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.

2. Sistem Pendapatan (revenue system)

Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.

3. Sistem Produksi (production systeme)

Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.

4. Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)

Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).

5. Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)

Berhubungan dengan transaksi keuangan dan ayat jurnal penyesuaian yang terjadi dalam siklus akuntasi.



Senin, 25 Juni 2012

Proposisi, Premis, Term dan Penalaran

0


Proposisi, Premis, Term dan Penalaran

Apa pengertian dari PROPOSISI??
Masih banyak diantara kita yang belum mengetahui tentang PROPOSISI, begitu pula dengan saya,  oleh karena itu saya mencoba menulis mengenai apa makna/arti dari PROPOSISI..

Langsung saja, yang pertama akan saya bahas adalah :
"Apakah yang dimaksud dengan PROPOSISI??"
Proposisi adalah pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh, serta mempunyai nilai benar atau salah, dan tidak boleh kedua-duanya. Maksud dari kedua-duanya ini adalah dalam suatu kalimat proposisi standar tidak boleh mengandung 2 pernyataan benar dan salah sekaligus.

"Contoh kalimat Proposisi !!"
Proposisi dibagi menjadi 4 jenis :

1. Bentuk: Tunggal dan jamak.
Contoh:
- SNSD bernyanyi dan menari.
- Kakak memancing dan memakan ikan.

2. Sifat: kategorial dan kondisional.
Proposisi kategorial adalah proposisi dimana hubungan antara subjek dan predikatnya tidak mempunyai syarat apapun.
Contoh:
- Semua bayi menangis di malam hari.
- Setiap rumah memiliki atap
Proposisi kondisional dibagi menjadi 2 yaitu:
Proposisi hipotesis adalah proposisi dimana hubungan antara subjek dan predikat membutuhkan syarat tertentu.
Contoh:
- Jika lampu menyala, ruangan terlihat terang.
- Jika air dimasukkan ke kulkas maka akan terasa dingin.
Proposisi disjungtif adalah proposisi dimana hubungan antara subjek dan predikat tidak membutuhkan syarat tertentu.
Contoh:
- Meja itu berwarna coklat atau hitam.
- Kakak membaca buku pelajaran atau komik.

3. Kualitas: Afirmatif/positif dan negative.
Proposisi afirmatif adalah proposisi dimana predikatnya mendukung atau membenarkan subjeknya.
Contoh:
- Semua helm dipakai di kepala.
- Semua ayam betina berkotek.
Proposisi negative adalah proposisi dimanan predikatnya menolak atau tidak mendukung subjeknya.
Contoh:
- Tidak ada satupun pria yang memakai rok.
- Tidak ada satupun mahluk hidup yang hidup kekal di dunia ini.

4. Kuantitas: Universal dan spesifik/khusus.
Proposisi universal adalah proposisi dimana predikatnya mendukung atau mengingkari semua.
Contoh:
- Tidak ada satupun kipas angin yang tidak mengeluarkan angin.
- Tidak ada satupun hewan herbivora yang memakan daging.

"Apakah yang dimaksud dengan premis??"


Premis adalah pernyataan yang digunakan sebagai dasar penarikan kesimpulan.
Merupakan kesimpulan yang ditarik berdasarkan premis mayor dan premis minor.
Subjek pada kesimpulan itu merupakan term minor.
Term menengah menghubungkan term mayor dengan term minor dan tidak boleh terdapat pada kesimpulan.
Perlu diketahui, term ialah suatu kata atau kelompok kata yang menempati fungsi subjek (S) atau predikat (P).
Contoh:
1.  Semua cendekiawan adalah manusia pemikir.
2.  Semua ahli filsafat adalah cendekiawan.
3.  Semua ahli filsafat adalah manusia pemikir.

"Apakah yang dimaksud dengan term??"
Term adalah suatu kata atau suatu kumpulan kata yang  merupakan ekspressi verbal dari suatu pengertian. Bagian dari proposisi yang berfungsi sebagai subyek  atau predikat, serta dapat berfungsi sebagai penghubung antara dua proposisi yang disebut premis dalam sebuah silogisme. Tidak semua kata atau kumpulan kata adalah term, meskipun setiap term itu adalah kata atau kumpulan kata. Alasannya: tidak semua kata atau kumpulan kata pada dirinya sendiri  merupakan ekspressi verbal dari pengertian, dan bahwa tidak semua kata pada dirinya  sendiri berfungsi sebagai subyek atau predikat dalam suatu proposisi.

Term adalah kata atau sejumlah kata yang dapat berdiri sendiri. Jenis kata seperti itu disebut kata kategorimatis. Mis. : bunga, burung, pohon (term tunggal), orang tua asuh, pencinta lingkungan hidup (term majemuk).

Jenis-Jenis Term :
Dalam kaitan dengan pengertian (arti yang  dikandungnya):
Term Univok (satu kata, satu pengertian) : karyawan,  pelanggan, guru, manager.
Term Ekuivok (satu kata, lebih dari satu pengertian):   genting, bulan, bait, pasar.
Term Analog (satu kata, pengertian bisa sama bisa  berbeda): ada, suap, sehat.


Dalam kaitan dengan jumlah kata:
Term Tunggal : gunung, manusia, kejahatan.
Term Majemuk : Kereta api, lapangan sepak bola, CEO, TQM, BKIA, KPKPN.


Term ditinjau dari luasnya:
Term Singular: mengatakan tentang satu hal tertentu
Term Partikular: mengatakan tentang sebagian
Term universal: mengatakan tentang seluruh luasnya.


Berdasarkan sifatnya
Term Distributif: berlaku untuk setiap anggota
Term Kolektif: berlaku pada sesuatu sebagai satu  kesatuan


Berdasarkan fungsinya dalam proposisi dan silogisme
Term subyek
Term predikat
Term menengah / terminus medius

"Apakah yang dimaksud dengan penalaran??"

            Pengertian penalaran Penalaran adalah suatu proses berfikir manusia untuk menghung-hubungkan data atau pakta yang ada sehingga pada satu kesimpulan. Data atau fakta yang akan dinalar itu boleh benar dan boleh tidak benar disinilah letak kerjanya penalaran orang akan menerima data dan fakta yang benar dan tentu saja akan menolak fakta yang belum jelas kebenarannya. Data yang dapat dipergunakan dalam penalaran untuk menapai satu simpulan ini harus berbentuk kalimat pernyataan . kaliamat pernyataan yang dapat dipergunakan sebagai data itu disebut reposisi.


Contoh Penalatan

Logam 1 dipanasi dan memuai
Logam 2 dipanasi dan memuai
Logam 3 dipanasi dan memuai
Logam 4 dipanasi dan memuai
dan seterusnya
Jadi : semua logam yang dipanasi memuai


Senin, 23 April 2012

PENALARAN INDUKTIF

0


Nama : Aldi Alfian
Kelas : 3KA26
NPM   : 13109109
Nama Dosen : Budi Santoso
Mata Kuliah   : Bahasa Indonesia 2

1. Penalaran
Penalaran merupakan suatu proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proporsisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, beberapa orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Dalam metodenya penalaran dibagi menjadi 2 yaitu penalaran deduktif dan induktif. Namun pada pembahasan kali ini penulis hanya akan membahas tentang penalaran induktif.

2. Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah penalaran yang mengambil contoh-contoh khusus yang khas untuk kemudian diambil kesimpulan yang lebih umum. Penalaran ini memudahkan untuk memetakan suatu masalah sehingga dapat dipakai dalam masalah lain yang serupa. Catatan bagaimana penalaran induktif ini bekerja adalah, meski premis-premis yang diangkat benar dan cara penarikan kesimpulannya sah, kesimpulannya belum tentu benar. tapi kesimpulan tersebut mempunyai peluang untuk benar..Penalaran induktif dapat berbentuk generalisasi, analogi, dan kausal.

1.1 Metode induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif. Contoh:
Jika ada udara, manusia akan hidup.
Jika ada udara, hewan akan hidup.
Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
\ Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.

2. Generalisasi
Generalisasi adalah proses berpikir yang bertujuan menarik kesimpluan umum dari berbagai kalimat khusus. Jenis-jenis penalaran induktif adalah :
- C. Ronaldo adalah bintang pemain sepak bola yang handal mengendalikan bola.
- L. Messi adalah bintang pemain sepak bola yang handal mengendalikan bola.
Generalisasi: Semua bintang pemain sepak bola handal mengendalikan bola.

2.1. Macam-macam generalisasi
- Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana semua peristiwa yang diteliti dan telah menjadi dasar penyimpulan.
Contoh : perhitungan jumlah siswa disuatu sekolah.

- Generalisasi tidak sempurna
Adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh : Hampir seluruh wanita dewasa gemar menggunakan sepatu hak tinggi.

3. Analogi
Analogi adalah penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, anda dapat menarik kesimpulan.

Contoh : Para atlet memiliki latihan fisik yang keras guna membentuk otot-otot yang kuat dan lentur. Demikian juga dengan tentara, mereka memerlukan fisik yang kuat untuk melindungi masyarakat. Keduanya juga membutuhkan mental yang teguh untuk bertanding ataupun melawan musuh-musuh di lapangan. Oleh karena itu, untuk menjadi atlet dan tentara harus memiliki fisik dan mental yang kuat.

4. Kausal
Hubungan Kausal adalah penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan. Macam-macam hubungan kausal :
1. Sebab-akibat : Peristiwa yang dianggap sebagai sebab menuju kesimpulan sebagai efek dari peristiwa tersebut.
Contoh: Jumlah kendaraan di Jakarta semakin bertambah, akibatnya kemacetan pun semakin parah.
2. Akibat-sebab : peristiwa yang dianggap sebagai akibat dari sebab peristiwa tersebut yang mungkin telah menimbulkan akibat.
Contoh: Banjir di ibu kota disebabkan kurang baiknya sistem drainase di kota ini.

3. Akibat-akibat : akibat dari akibat yang lain tanpa menyebut sebab umum yang menimbulkan kedua akibat.
Contoh: Ayah melihat nilai ulangan kakak menurun, sehingga ayah beranggapan bahwa nilai ulangan adik juga ikut menurun.

Contoh Kausal : Para atlet memiliki latihan fisik yang keras guna membentuk otot-otot yang kuat dan lentur. Demikian juga dengan tentara, mereka memerlukan fisik yang kuat untuk melindungi masyarakat. Keduanya juga membutuhkan mental yang teguh untuk bertanding ataupun melawan musuh-musuh di lapangan. Oleh karena itu, untuk menjadi atlet dan tentara harus memiliki fisik dan mental yang kuat.

Sumber :
-          http://agungherdana.wordpress.com/2012/03/29/penalaran-induktif/ Senin, 24/04/2012 07:25
-          http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran Senin, 24/04/2012 07:15

Jumat, 16 Maret 2012

Penalaran Deduktif

0


Mata Kuliah                          : Bahasa Indonesia 2
Dosen                                   : Budi Santoso, SS
Nama / NPM / Kelas             Aldi Alfian / 13109109 / 3KA26
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Berikut ini adalah ciri-ciri dari Paragraf deduktif yaitu :
1.     Kalimat utama berada di awal paragraf.
2.     Kalimat disusun dari pernyataan umum yang kemudian disusul dengan penjelasan.
Faktor-faktor penalaran deduktif :
1.     Terdapat pada kalimat utama.
2.     Penjelasannya berupa hal-hal yang umum.
3.     Kebenarannya jelas dan nyata.
Konsep dan Simbol dalam Penalaran
Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.
Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.
Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Bersama-sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.
Syarat-syarat kebenaran dalam penalaran
Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat-syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
ü  Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
ü  Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan-aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.
Kelebihan Penaralan Deduktif
Pada proses induksi atau penalaran induktif akan didapatkan suatu pernyataan baru yang bersifat umum (general) yang melebihi kasus-kasus khususnya (knowledge expanding), dan inilah yang diidentifikasi sebagai suatu kelebihan dari induksi jika dibandingkan dengan deduksi.
Hal ini pulalah yang menjadi kelemahan deduksi. Pada penalaran deduktif, kesimpulannya tidak pernah melebihi premisnya. Inilah yang ditengarai menjadi kekurangan deduksi.
Perhatikan sekali lagi contoh induksi berikut:
Gula jawa manis rasanya.
Gula pasir manis rasanya.
Gula aren manis rasanya.
Semua gula yang ada manis rasanya.
____________________________________
Jadi, semua gula yang ada di dunia saat ini manis rasanya. Kesimpulan di atas bernilai benar karena sampai saat ini belum ada gula yang tidak manis rasanya. Pernyataan itu akan bernilai salah jika ditemukan gula yang tidak manis rasanya. Dengan demikian, hasil yang didapat dari induksi tersebut masih berpeluang untuk menjadi salah. Sedangkan pada deduksi yang valid atau sahih, kesimpulan yang didapat diklaim tidak akan pernah salah jika premis-premisnya bernilai benar (truth preserving), sebagaimana ditunjukkan tadi. Inilah yang diidentifikasi sebagai kelebihan dari deduksi jika dibandingkan dengan hasil pada proses induksi.
1.     Contoh Kalimat Penalaran Deduktif
a.     Menarik Simpulan Secara Langsung
Penarikan secara langsung ditarik dari satu premis.
Contoh kalimat :
- Semua mamalia berkembang biak dengan beranak. ( premis )
- Semua hewan yang berkembang biak dengan beranak adalah mamalia. ( simpulan)
b.     Menarik Simpulan Secara Tidak Langsung
Penarikan ini ditarik dari dua premis. Premis pertama adalah premis yang bersifat umum, sedangkan yang kedua adalah yang bersifat khusus.
Contoh : Silogisme Kategorial. Silogisme kategorial adalah silogisme yang terjadi dari tiga proposisi, yaitu :
-       Premis umum : premis mayor ( My )
-       Premis khusus : premis minor ( Mn )
-       Premis simpulan : premis kesimpulan ( K )


Contoh silogisme kategorial :
-       My : Semua hewan darat yang memiliki daun telinga berkembang biak dengan beranak.
-       Mn : Sapi adalah hewan yang memiliki daun telinga.
-       K : Sapi berkembang biak dengan beranak.
Sumber : 

Minggu, 27 November 2011

Resensi Berita: Mengerem Jajan Siswa (Tugas Bahasa Indonesia ke-3)

0

1. Data Publikasi

Judul : Mengerem Jajan Siswa
Penulis : Irwan Kelana
Penerbit : Koran Harian Republika
No/Tanggal Penerbitan : Jum'at, 25 November 2011
Halaman : 28
Tema : Pendidikan

2. Sinopsis

Jajan identik dengan siswa. Sekolah merupakan tempat belajar dan bermain siswa selain dirumah, dengan aktifitasnya yang padat, dapat menimbulkan rasa lapar kepada anak, namun si anak tidak perlu khawatir karena di luar sekolah atau dikantin biasanya sudah banyak terjaja jajanan seperti makanan, minuman dan mainan yang siap menghilangkan rasa lapar dan haus pada anak. Alasan jajan pada siswa biasanya bukan karena lapar saja melainkan karena keinginan mengikuti temannya.

Hal seperti ini tentunya tidak baik jika dibiarkan terus menerus karena dapat menumbuhkan sifat konsumtif pada anak. Sebenarnya kita semua ingin sekolah menjadi tempat belajar bagi anak dan dapat memetik ilmu disetiap sudut sekolahnya. salah satu cara untuk menghindarkan anak dari sifat konsumtif dengan cara membatasi uang jajannya.

Di beberapa sekolah alam Bogor sudah menerapkan cara pembatasan uang saku pada anak. Untuk kelas satu sampai kelas tiga SD per harinya sebesar Rp 3000,-. Sedangkan siswa kelas empat sampai kelas enam per harinya sebesar Rp 5000,-. Tujuannya bukan hanya supaya siswa tidak banyak jajan, melainkan agar dapat mematikan kebiasaan konsumtif kepada siswa. Hal ini dapat dilihat ketika siswa sudah duduk di SMP, dimana kebutuhan sudah semakin meningkat, siswa menjadi tahu betul mana yang harus dibeli dan menumbuhkan budaya menabung untuk memenuhi kebutuhan lain seperti membeli jok sepeda yang rusak dan menyisihkan sebagian uang jajannya untuk di infaqkan.

3. Keunggulan

- Mematikan budaya konsumtif pada anak.
- Melatih anak untuk saling berbagi dengan cara berinfaq.
- Menumbuhkan budaya menabung pada anak.
- Melatih anak untuk dapat membedakan kebutuhan dan keinginan(primer dan sekunder).

4. Kelemahan

- Kurangnya penjelasan tentang bagaimana cara memilih jajanan yang sehat, dalam artikel ini hanya menyuruh anak agar membeli makanan yang berlabel "halal" saja tanpa disuruh melihat tanggal kadaluarsa makanan atau minuman yang dibeli siswa.
- Masih terdapat kesalahan diksi pada kalimat "Ia menegaskan, tujuan pembatasan ini bukan hanya supaya siswa tidak banyak jajan, tapi juga kebiasaan mengelola dan mematikan budaya konsumtif." seharusnya pada kata yang ditandai dengan huruf tebal dapat diganti dengan "tujuan pembatasan ini bukan hanya siswa tidak banyak jajan" dengan menghilangkan kata "supaya" karena kata "hanya" dan "supaya" hampir memiliki arti sama.


5. Saran atau Pendapat

Saran : artikel ini sudah bagus, tapi akan lebih bagus lagi jika diambil banyak sumber, karena dapat meyakinkan kepada pembaca untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari khususnya kepada anak-anak mereka.
Pendapat : Artikel kehidupan yang mengulas tentang potret kehidupan sehari-hari yang dijelaskan secara singkat dan mudah di mengerti. Dapat menimbulkan efek langsung kepada para pembacanya khususnya para orang tua yang mempunyai anak seumuran SD.

Minggu, 06 November 2011

Asteroid Raksasa Mendekat Selasa. Ancam Bumi?

0


Asteroid 2005 YU55, lebih besar dari kapal induk, akan melintas di antara Bumi dan Bulan.

VIVAnews - Sebuah asteroid berukuran lebih besar dari sebuah kapal induk--atau empat kali besar lapangan bola--akan melintas di antara Bumi dan Bulan, Selasa 8 November 2011. Ia berada dalam jarak terdekatnya dengan Bumi dalam periode 35 tahun. 

Asteroid 2005 YU55, akan melayang dalam jarak 201.700 atau sekitar 325.000 kilometer--masuk ke dalam orbit Bulan. Sebelumnya, ia diketahui berjarak "selemparan batu" dengan Bumi 200 tahun lalu. 

Seberapa bahayakah bagi manusia? 

Profesor Ilmu Bumi dan Atmosfer Purdue University, Jay Melosh, memperkirakan jika menghantam Bumi, 2005 YU55 kan menciptakan kawah selebar empat mil atau 6,4 kilometer dan dalam 1.700 kaki atau 520 meter. Ia juga bisa memicu gempa 7 skala Richter dan gelombang tsunami setinggi 70 kaki. 

Namun, Melosh mengatakan, asteroid yang ditemukan pada 2005 itu tak berbahaya bagi Bumi. 

Badan Antariksa AS, NASA juga telah memastikan bahwa asteroid 2005 YU55 tidak membahayakan. "Kami sangat yakin, 100 persen yakin, asteroid ini bukan ancaman," kata Direktur Program Obyek Dekat Bumi pada Laboratorium Jet Propulsion NASA, Don Yeomans, seperti dimuat situs NASA. 

Jika Bumi tidak terancam bahaya, bagaimana dengan Bulan? Sebab, lintasan 2005 YU55 justru lebih dekat dengan satelit Bumi itu. 

Yeomans mengatakan asteroid itu juga tak akan menabrak Bulan. Saat batu angkasa raksasa melintas dengan kecepatan 13 kilometer per detik, Bulan akan berada pada seperempat perjalanannya di sisi berlawanan dari Bumi. 

Kalaupun menabrak Bulan, kata Yeomans kepada Life's Little Mysteries, itu tidak akan menimbulkan kerusakan hebat, meski "akan menciptakan kawah tumbukan, setidaknya selebar 4 kilometer". Itu memang signifikan, namun masih terhitung kecil dibandingkan dengan kawah Bulan yang lain. 

Astronom menggolongkan 2005 Yu55 sebagai asterodi tipe C, mengandung karbon. "Bukan sekedar batu seperti yang lain," kata Yeomans.

Asteroid semacam itu diyakini pernah menubruk Bumi di masa lalu, membawa material berbasis karbon dan juga air ke Bumi pada masa awal pembentukannya. Ancaman tubrukan dengan asteroid semacam ini diperkirakan berpeluang terjadi dalam waktu 100 ribu tahun atau lebih. 

Selain 2005 YU55, sebuah asteroid raksasa juga akan melintas dekat Bumi. Namanya: Apophis. Yang oleh sebagian orang disebut sebagai "pembawa kiamat". Dengan panjang 269 meter, ia akan berada dalam jarak sangat dekat dengan Bumi pada 13 April 2029, tapi tak sampai menabrak. Namun, saat kembali melintas pada 13 April 2036, ia punya kesempatan tipis untuk menyenggol Bumi. (Sumber: Space.com, Purdue University).

Koreksi Diksi.

1. Kesalahan : 2005 YU55 kan menciptakan kawah
    Perbaikan :  2005 YU55 akan menciptakan kawah
    Alasan : kata "kan" kurang tepat karena biasanya disandingkan dengan kata kerja lainnya.

2. Kesalahan : Ia juga bisa memicu
    Perbaikan :  Ia juga dapat memicu
    Alasan : kata "bisa" merupakan sinonim dari kata "dapat".

3. Kesalahan : NASA juga telah memastikan bahwa asteroid
    Perbaikan : NASA juga memastikan bahwa asteroid
    Alasan : kata "telah" dan "juga" hampir memiliki arti yang sama, jika bersandingan terjadi pemborosan.

4. Kesalahan : asteroid itu juga tak akan menabrak Bulan
    Perbaikan : asteroid itu tidak akan menabrak Bulan
    Alasan : kata "juga" merupakan pemborosan kalimat.

5. Kesalahan : Yang oleh sebagian orang disebut sebagai ...
    Perbaikan : Oleh sebagian orang disebut sebagai ...
    Alasan : kata "yang" biasanya didahului kata sifat atau kerja, menjadi kurang cocok pada kalimat tersebut.

Waktu dan tanggal akses : 23:12 WIB, Ahad, 06/11/2011.